Kamis, 17 Juli 2008

korban janji dokter singapura

KORBAN JANJI DOKTER SINGAPURA

Bagi anda yang maniak dengan berobat ke luar negeri khususnya singapura, dengan adanya surat pembaca yang saya ambil dari harian suara merdeka, senin tanggal 14 juli 2008.. agaknya mesti berpikir kembali dengan rasa kebanggaan anda. Baik akan saya tuliskan ceritanya tanpa ada tambahan kata sedikitpun:
“ saya alex gunawan (34), divonis menderita kanker usus besar/colon stadium IV. Bulan juli 2007, saya diopname dan diobservasi selama 2 minggu di RS Telogorejo Semarang karena Hb tinggal 4,7 dan harus segera dioperasi karena usus sudah buntu total. Dalam keadaan serba bingung, keluarga memutuskan operasi dilakukan di Singapura karena pasti lebih aman dan terjamin.
Dalam keadaan fisik lemah, saya ke singapura dengan pilihan RS NUH ( National University Hospital) yang reputasinya mendunia dan ditangani dokter Wong Kutt Sing. Setelah diobservasi selama 5 hari, tanggal 5 agustus 2007 saya dioperasi yang dikatan sukses. Usus besar saya dipotong15cm (dokter RS Telogo rejo maunya 40 cm)
Dokter wong dengan bangga mengatakan teknik operasi gaya baru, katanya hanya dia seorang yang bias melakukan. Jadi bekas operasinya sangat kecil (memang berbeda dengan bekas operasi usus umumnya yang vertical panjang, punya saya horizontal pendek). Beliau berkata,15 cm usus yang diambil memang bermasalah.
Jadi usus saya 100% kini sudah bersih dan tidak timbul masalah lagi, saya senag dan merasa pilihan tepat 100%. Memang ada sebaran kanker ke liver (karenya dinamakan stadium IV) tapi lagi-lagi dokternya menghibur. Nanti setelah habis kemoterapi, sel kanker diliver juga mengecil dan setelah dipotong sedikit maka seumur hidup terbebas dari penykit tersebut.
Pertengahan September 2007, saya kemoterapi di RS Telogorejo semarang dengan dokter C Suharti demi efisiensi biaya karena namanya obat dimana-mana sama juga. Saya pakai avastin, eloxatin, xeloda dan harus menjalani 6 paket. Setelah dengan disiplin kemoterapi dan nggak pernah putus,kesehatan saya pulih luar biasa.
Kemo terakhir selesai tanggal 16 januari 2008 dan saya siap operasi liver ke singapura lagi untuk melakukan PET (Positron Emission Tomograph) Scan, sebuah alat pendeteksi tumor/kanker yang sangat pekanya.alat ini diklaim mampu mendeteksi kanker, ibarat pohon, baru bijinya saja sudah kelihatan. Saya PET scan di Asian Medic di Shaw House Orchad Road 360 tanggal 2februari 2008
Sekali lagi saya senang walau sedikit heran karena dinyatakan bersih dari semua sel kanker termasuk di liver. Liver saya tidak jadi dioperasi. Tetapi 2 bulan kemudian saya batuk-batuk dan badan rasanya tidak enak. Saya CT Scan di NUH Singapura lagi dan hasilnya membuat shock berat. Di paru-paru ada sel kanker juga di liver.
Yang membuat saya merasa dikhianati, di usus besar/colon juga ada kanker dengan ukuran 2,5cm dekat bekas sambungan usus (dr wong memotongnya kurang panjang sedikit). Padahal dr Wong berjanji 100% bersih, tapi kk ternyata hanya harapan palsu yang saya dapatkan. Padahal saya sudah keluar banyak uang dan saya tidak mau mati muda. Kini saya membuka pintu bagi pembaca yang bersimpati untuk membantu non material (doa,pengobatan alternative) atau secara material. Saya kebetulan memiliki banyak lukisan bagus dan kaligrafi serta pigura bagus. Semua itu dapat dilihat di website : www.istanapigura.com. Bila ada yang membeli akan meringankan beban saya untuk kemoterapi lagi.
Dokter singapura kalau bicara meyakinkan, tetapi bila kasus seperti ini tidak mau memberi gnti rugi sepeser pun dengan 1001 alasan. Padahal setiap tahun 80% dari 300.000 orang Indonesia berobat ke singapura. Kalau setiap orang keluar uang 100 jutax200.00 orang maka 20 triliun, devisa Negara tersedot kesana
Alex Gunawan SE (0295381511)
Jl dr sutomo 12, pati “

Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab, perlu diketahui kenapa sih singapura mau menerima kasus penyakit yang susah sekalipun untuk diobati disana , karena di singapura angka kesakitan rendah sehingga kasus untuk dipelajari sedikit makanya mereka membuat suatu kebijakan wisata kesehatan, itulah sebabnya ketika anda mengalami kegagalan maka para praktisi medis disana akan punya alas an 1001, silahkan anda percaya atau tidak itu info yang saya dapatkan dari kawan saya di Surabaya, dimana di Surabaya ada seorang professor penyakit dalam yang juga praktek di singapura yang mengatakannya. Jadi kita harus sadari dulu, kesembuhan datangnya dari allah, semua akan kembali, secanggih apapun sehebat apapun manusia, jika tuhan berkehendak maka susah kita merubahnya, jika kita di Indonesia banyak dokter ahli kenapa harus jauh-jauh, dokter Indonesia juga pandai-pandai kok. Yang penting ketika kita sudah niat berobat maka ada 2 yang harus kita pegang, yaitu niat kita brobat karena allah, dan kita yakini semua kesembuhan dari allah,insya allah 2 ganjaran akan kita dapatkan, bagi rekan-rekan atau pengunjung blog ini yang bersimpati silahkan mnghubungi saudar alex diatas, saya hanya berdoa semoga allah menyembuhkan anda dengan kasih dan sayangnya.alfatihah…..

Read More..

0 komentar: